Kamis, 14 November 2013

Bingkai Motif




Baju polos itu bagus
Baju bermotif juga bagus
Baju polos ataupun bermotif juga bagus
Kamu suka yang mana?

Teman polos itu bagus, walau kadang menggemaskan sampai tangan terkepal
Bagaimana dengan teman bermotif?
Sempat terpikir?

Teman bermotif, bukan teman yang tulus
Dia dekat karena sebab
Alasannya adalah ‘dia’, hanya ‘dia’ tidak ada kamu, apalagi kita

Teman bermotif, mudah lupa
Lupa aku pernah ada, lupa bila sudah jaya
Senyum kecut

Baju polos itu bagus
Baju bermotif juga bagus
Baju polos ataupun bermotif juga bagus
Kamu suka yang mana?

Apa saja, yang jelas bukan ‘Teman Bermotif’’
Karena itu palsu, tapi nyata
Karena itu mahal, karena harus ditukar dengan menguapnya kepercayaan

Kamu, suka yang mana?




Kalimat hari ini



Woow sangat fantastik !

Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan hari ini
Entah karena kebodohan, ego atau memang bagian dari skenario
Manufer ini membuat kami merubah haluan
Untuk kenyamananmu ternyata itulah arti kami
Tak ada saling …
Baiklah, ini saatnya kami berpaling
Dengan ini, akhirnya kami terpaksa untuk berkhianat
Tak ada selamat tinggal atau selamat jumpa lagi
Tak ada saling …
Anda tak ada artinya lagi di hati kami
Hanya pecundang, kami tak ingin larut
Kami silahkan anda dengan pikiran anda, sendiri, tanpa kami, ataupun simpati
Di sinilah titiknya

Tambahkan Semangat



Hal yang mengejutkan terjadi, walaupun bukan kejutan
Kecewa pecah bak tempayan rapuh tersenggol bocah
Terbersit pikiran busuk untuk meretas kredibilitas
Kecewa tak tertolong hingga mata terendam air mata dan dada terbakar
Titikan air mata, setelah itu sudah
Sampaikan uraian santun amarah kepada hati yang baik
Titikan air mata, setelah itu sudah
Sampaikan kabar baik untuk dirimu dan bersiaplah melangkah
Luruskan nilai bathin, positif dalam hidup
Meski kecewa terlanjur terucap dan meninggalkan karat
Namun waktu harus ditempuhi
Selipkan semangat, bakar debu air mata, biarkan menguap
Tetap melangkah, tegas, positif, fokus
Perjuangkan apa yang patut
Hargai diri dan perjuangan
Allah Maha Besar dari pada masalah
Keep positif, tambahkan semangat, jangan patah
Bahagialah


Senin, 11 November 2013

Prok... prok...



Ah... berbagi cerita.

Hari minggu lalu saya menonton pagelaran seni tari kolaborasi antara Indonesia, Jepang, Filipina, Singapura dan Malaysia di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Nice live show.

Menghangatkan kembali hati dengan semangat tempo dulu waktu masih menjadi performer. Tabuhan bedug dan gestur penari menstimulasi hati menjadi lebih berenergi dan bersemangat.

Seperti dalam pertunjukan pada umumnya, ada moment yang paling mengesankan dan merupakan klimaks pertunjukan, namun ada juga yang merupakan titik jenuh penonton. Satu hal yang saya sadari, bahwa semua itu disambut dengan tepuk tangan.

Tepuk tangan pada pembukaan pertunjukan merupakan wujud antusiasme dan ekspektasi tinggi penonton pada pertunjukan yang dipersiapkan. Tepuk tangan di tengah pertunjukan, merupakan bentuk kekaguman pada titik-titik klimaks yang hadir. Tepuk tangan penutup pada pertunjukan merupakan apresiasi dengan muatan yang tak selalu sama. Kadang merupakan bentuk ungkapan kesenangan yang terpuaskan dengan bagusnya pertunjukan yang sukses memukau penonton. Namun, ada pula yang merupakan bentuk “kelegaan”, bahwa telah berlalunya hal yang membosankan serta merupakan suntikan semangat ekspektasi lanjutan pertunjukan yang dapat menjadi “penawar”.

Tepuk tangan, keras-lemah, atau keras-keras merupakan bagian dari pengungkapan bahasa nurani. Tepuk tangan merupakan pilihan media atau alat berkomunikasi yang ternyata dapat mengantongi pesan yang berbeda-beda. Bersifat relatif subyektif, penanda positif juga dapat menjadi negatif.

Ada baiknya untuk tidak terkotakkan dalam memahami sesuatu, sehingga kita dapat lebih komprehensif dalam pemahaman, serta menjadi tepat dalam menyikapi hal.

Hari ini belajar dari “tepuk tangan”. :D

So, be smart, nice and wise.