Rabu, 11 Desember 2013
Kamis, 14 November 2013
Bingkai Motif
Baju
polos itu bagus
Baju
bermotif juga bagus
Baju
polos ataupun bermotif juga bagus
Kamu
suka yang mana?
Teman
polos itu bagus, walau kadang menggemaskan sampai tangan terkepal
Bagaimana
dengan teman bermotif?
Sempat
terpikir?
Teman
bermotif, bukan teman yang tulus
Dia
dekat karena sebab
Alasannya
adalah ‘dia’, hanya ‘dia’ tidak ada kamu, apalagi kita
Teman
bermotif, mudah lupa
Lupa
aku pernah ada, lupa bila sudah jaya
Senyum
kecut
Baju
polos itu bagus
Baju
bermotif juga bagus
Baju
polos ataupun bermotif juga bagus
Kamu
suka yang mana?
Apa
saja, yang jelas bukan ‘Teman Bermotif’’
Karena
itu palsu, tapi nyata
Karena
itu mahal, karena harus ditukar dengan menguapnya kepercayaan
Kamu,
suka yang mana?
Kalimat hari ini
Woow sangat
fantastik !
Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan hari ini
Entah
karena kebodohan, ego atau memang bagian dari skenario
Manufer
ini membuat kami merubah haluan
Untuk
kenyamananmu ternyata itulah arti kami
Tak ada
saling …
Baiklah,
ini saatnya kami berpaling
Dengan
ini, akhirnya kami terpaksa untuk berkhianat
Tak
ada selamat tinggal atau selamat jumpa lagi
Tak ada
saling …
Anda
tak ada artinya lagi di hati kami
Hanya
pecundang, kami tak ingin larut
Kami
silahkan anda dengan pikiran anda, sendiri, tanpa kami, ataupun simpati
Di sinilah
titiknya
Tambahkan Semangat
Hal
yang mengejutkan terjadi, walaupun bukan kejutan
Kecewa
pecah bak tempayan rapuh tersenggol bocah
Terbersit
pikiran busuk untuk meretas kredibilitas
Kecewa tak
tertolong hingga mata terendam air mata dan dada terbakar
Titikan
air mata, setelah itu sudah
Sampaikan
uraian santun amarah kepada hati yang baik
Titikan
air mata, setelah itu sudah
Sampaikan
kabar baik untuk dirimu dan bersiaplah melangkah
Luruskan
nilai bathin, positif dalam hidup
Meski
kecewa terlanjur terucap dan meninggalkan karat
Namun
waktu harus ditempuhi
Selipkan
semangat, bakar debu air mata, biarkan menguap
Tetap
melangkah, tegas, positif, fokus
Perjuangkan
apa yang patut
Hargai
diri dan perjuangan
Allah
Maha Besar dari pada masalah
Keep positif, tambahkan semangat,
jangan patah
Bahagialah
Senin, 11 November 2013
Prok... prok...
Ah... berbagi cerita.
Hari minggu lalu saya menonton pagelaran seni
tari kolaborasi antara Indonesia, Jepang, Filipina, Singapura dan Malaysia di
Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Nice live
show.
Menghangatkan kembali hati dengan semangat
tempo dulu waktu masih menjadi performer. Tabuhan bedug dan gestur penari
menstimulasi hati menjadi lebih berenergi dan bersemangat.
Seperti dalam pertunjukan pada umumnya, ada
moment yang paling mengesankan dan merupakan klimaks pertunjukan, namun ada
juga yang merupakan titik jenuh penonton. Satu hal yang saya sadari, bahwa
semua itu disambut dengan tepuk tangan.
Tepuk tangan pada pembukaan pertunjukan
merupakan wujud antusiasme dan ekspektasi tinggi penonton pada pertunjukan yang
dipersiapkan. Tepuk tangan di tengah pertunjukan, merupakan bentuk kekaguman
pada titik-titik klimaks yang hadir. Tepuk tangan penutup pada pertunjukan
merupakan apresiasi dengan muatan yang tak selalu sama. Kadang merupakan bentuk
ungkapan kesenangan yang terpuaskan dengan bagusnya pertunjukan yang sukses
memukau penonton. Namun, ada pula yang merupakan bentuk “kelegaan”, bahwa telah
berlalunya hal yang membosankan serta merupakan suntikan semangat ekspektasi
lanjutan pertunjukan yang dapat menjadi “penawar”.
Tepuk tangan, keras-lemah, atau keras-keras
merupakan bagian dari pengungkapan bahasa nurani. Tepuk tangan merupakan
pilihan media atau alat berkomunikasi yang ternyata dapat mengantongi pesan
yang berbeda-beda. Bersifat relatif subyektif, penanda positif juga dapat
menjadi negatif.
Ada baiknya untuk tidak terkotakkan dalam
memahami sesuatu, sehingga kita dapat lebih komprehensif dalam pemahaman, serta
menjadi tepat dalam menyikapi hal.
Hari ini belajar dari “tepuk tangan”. :D
So, be smart,
nice and wise.
Rabu, 30 Oktober 2013
Langganan:
Komentar (Atom)
