Rabu, 30 Oktober 2013

I love it

So, I write it down, I’d love cambria font


I love cambria font.

A Marriage is a bargaining arena”, itu menurut wanita mature, cerdas yang telah membaca banyak tulisan, menganalisa studi kasus, mengamati lingkungan dan pada akhirnya membuat deal dengan diri sendiri untuk menerima sebuah proposal pernikahan untuknya. Wanita yang mampu mengenali kemauan dan kebutuhannya sebagai wanita. Wanita yang mulai berlega hati berbagi waktu eksistensinya dengan calon pasangan hidupnya nanti. Wanita yang mumpuni dan percaya diri dalam rencana mengelola dan berbagi mimpi bersama pasangan. Sekali lagi sebagai penegasan, Wanita yang percaya diri untuk mempercayai dirinya dan pasangannya nanti untuk berbagi mimpi dan peran. Wanita yang terbuai.

Kalimat sempurna dalam Bahasan Indonesia terjadi apabila minimal terdapat subyek dan predikat, contohnya: Wanita berpikir. Pola kalimat terbentuk atas beberapa unsur, yaitu: subyek, predikat, obyek, keterangan. The related is, kebanyakan Wanita memang tidak sempurna, maka biarkanlah dia bermimpi dengan sempurna, dan jagalah agar dia tetap waras dan cerdas. Karena ternyata dalam hidup, subyek bisa lebih dari satu. Obyek, lebih banyak sebagai penderita daripada sebagai pelengkap. Predikat, nyata ada yang positif dan negatif tergantung jalan hidup, nasib atau bahkan mood. Keterangan, bukan hanya seputar waktu, tempat, dan suasana namun seringkali sepihak, unrelated, absurd, nihil, bahkan tak tersampaikan karena tidak diberi kesempatan ataupun malah tertuang jelas dalam lembaran BAP.

Wanita memang harus cerdas. Tetapi, Pria seringkali merasa insecure dengan Wanita cerdas. Di lain hal yaitu ilmiah dan senyatanya, faktor genetik ibu, pola asuh, dan lingkungan sangat mempengaruhi kecerdasan anak yang dihasilkan. Wanita, Ibu berperan paling tidak dalam pada faktor genetik, sedangkan untuk pola asuh tergantung pada pilihan hidup masing-masing orang. Untuk Pria insecure setara dengan Pria pemuja ego, unvisioner, dan kurang cerdas dalam memahami dan mengelola future potential asset serta lebih memandang sebagai a potential rival for the present and future. Pasangan sekaligus saingan, it's that you called a happiness ways?.

A Marriage is a bargaining arena”, merupakan statement bentuk kesadaran adanya ego Wanita dan Pria yang sedapat mungkin diperjuangkan dalam kehidupan pernikahan nantinya. Kebutuhan aktualisasi diri, privacy, dan secure feeling merupakan critical factor yang bersifat intangible dan mempengaruhi aspek dalam kehidupan pernikahan seperti karir, pendidikan, pola asuh, finansial, bahkan pada aspek ‘rekreasi’ dan relaksasi.

Wanita yang telah benar-benar menikah, sungguh-sungguh telah menikah akan mengalami titik bahwa ada saat ‘tidak ada saling’, ‘tidak ada tawar manawar’. ‘tidak ada aku’ untuk diperjuangkan. Hanya gelap dan yang tinggal hanya dirinya untuk berteguh hati, untuk semangat, untuk merelakan yang dipunyai, untuk sesuatu atau seseorang karena cinta, kewajiban atau bahkan karena konstruksi sosial.

Pernikahan bukan sekedar saling, is not about bargaining, is about sacrifice.

Pernikahan cuma perihal dalam hidup, sayangnya hidup sekarang menentukan hidup nanti.  

Just do the best, keep optimistics, cheer up, thankful, use your intelligence and keep sane, there's always be god all you ways, but if when you remember.  So, I write it down, I’d love cambria font.